PENERAPAN LIMIT DI BIDANG EKONOMI
Nama anggota kelompok 1 :
1. Aditia (20323060)
2. Gilang Rizky F (20323062)
3. Julia nurzamzani (20323020)
4. m zaqi mubarok (20323043)
5. Pieter Laurensius L.R (20323051)
TEKNIK INDUSTRI C2.23,
Untuk Memenuhi Tugas ETS Mata Kuliah kalkulus.
Arti limit
Arti limit bisa bermacam-macam tergantung konteksnya. Namun, arti limit jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah batas ataupun tapal batas Secara umum, limit sering digunakan dalam konteks kartu kredit dan matematika.
Pengertian Limit Fungsi
Limit adalah suatu batas yang menggunakan konsep pendekatan fungsi. Jadi, bisa dibilang limit adalah nilai yang didekati fungsi saat suatu titik mendekati nilai tertentu. Suatu fungsi dapat dikatakan memiliki limit apabila antara limit kiri dan limit kanan juga mempunyai besar nilai yang sama. Apabila limit kiri dan limit kanan tidak sama, maka nilai limitnya juga tidak akan ada. Definisi akan limit fungsi juga dapat dijelaskan secara aljabar. Misalkan f adalah fungsi yang terdefinisi pada interval tertentu yang memuat a, kecuali di a itu sendiri, sedangkan L adalah suatu bilangan riil. Maka fungsi f dapat dikatakan memiliki limit L untuk x mendekati a.
Definisi Ilmu Ekonomi
Samuelson berkesimpulan bahwa ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan atau menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk menggunakan sumber-sumber produktif yang langka yang dapat mempunyai penggunaan-penggunaan alternatif untuk memproduksi berbagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk sekarang maupun dimasa yang akan datang, kepada pelbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. Ilmu ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber daya ekonomi.
Penerapan limit dalam bidang ekonomi
Konsep limit dalam bidang ekonomi sering digunakan untuk menentukan biaya marjinal (marginal cost) dan penerimaan marjinal (marginal revenue).
Biaya marjinal adalah laju perubahan sesaat biaya terhadap banyaknya barang yang dihasilkan, sedangkan penerimaan marjinal adalah laju perubahan sesaat penerimaan terhadap banyaknya barang yang dihasilkan.
Biaya marjinal dan penerimaan marjinal dinyatakan sebagai berikut :
Mari kita cermati contoh berikut ini.
Contoh :
Seutas tali dengan panjang satu satuan panjang, dipotong menjadi 2 bagian yang sama, lalu ½ bagian dari tali itu dibagi 2 lagi, kemudian ¼ bagian dari tali itu dipotong menjadi 2 lagi, dan seterusnya. Apa yang dapat kamu simpulkan?
Penyelesaian :
Jika tali tersebut dipotong terus menerus, dengan panjang potongan berikutnya adalah setengah kali potongan semula, maka berdasarkan nilai limit di atas, tali tersebut pada akhirnya akan habis dan tidak lagi dapat dipotong.
Menghitung Biaya Maksimum Dengan Perhitungan Marjinal Cost
Biaya produksi adalah semua pengeluaran
perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan barang-barang produksi oleh perusahaan tersebut. Untuk analisis biaya produksi perlu diperhatikan dua jangka waktu, yaitu (1) jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat
mengalami perubahan dan (2) jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi dapat berubah dan sebagian lainnya tidak dapat berubah. Dalam bab ini hanya dibahas biaya produksi jangka pendek (Wicaksana, 2016). Biaya produksi dapat dibedakan ke dalam dua macam, yaitu (1) Biaya tetap (fixed cost) dan (2) Biaya variabel (variable cost). Dalam analisis biaya produksi perlu memperhatikan (1) biaya produksi
rata-rata : yang meliputi biaya produksi total rata-rata , biaya produksi tetap rata-rata, dan biaya variabel rata-rata ; dan (2) biaya produksi marjinal, yaitu tambahan biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi (Wicaksana, 2016). Jadi, dari segi sifat biaya dalam hubungannya dengan tingkat output, biaya produksi dapat dibagi ke dalam:
1. Biaya Total (Total Cost = TC) .l
Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
TC = TFC + TVC
Dimana TFC = total fixed cost; dan TVC = total variable cost.
2. Biaya Tetap Total (total fixed cost = TFC)
Biaya tetap total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya. Sebagai contoh : biaya pembelian mesin, membangun bangunan pabrik, membangun prasarana jalan menuju pabrik, dan sebagainya.
Dalam analisisnya:
a. Biaya Variabel Total (total variable cost = TVC)
Biaya variabel total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel. Contoh biaya variabel : upah tenaga kerja, biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan bakar mesin, dan sebagainya.
b. Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC).
Biaya tetap rata- rata adalah biaya tetap total dibagi dengan jumlah produksi. 𝐴𝐹𝐶 =𝑇𝐹𝐶/𝑄 ( dimana Q = tingkat output)
c. Biaya Variabel Rata-Rata ( Average Variable Cost = AVC).
Biaya variabel rata-rata adalah biaya variabel total dibagi dengan jumlah produksi. 𝐴𝑉𝐶 =𝑇𝑉/𝑄
d. Biaya Total Rata-Rata ( Average Total Cost = AC).
Biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi dengan jumlah produksi. 𝐴𝐶 =𝑇/𝑄 atau AC = AFC + AVC.
Biaya Marginal ( Marginal Cost =MC).
Biaya marginal adalah tambahan biaya produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit. 𝑀𝐶 =∆𝐴𝑇/∆𝑄
Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam menghitung biaya maksimum dalam suatu produksi dapat menggunakan perhitungan marginal cost. Keuntungan maksimum didapat dengan menggunakan pendekatan marjinal yaitu dengan membandingkan nilai Marginal Revenue (MR) dam Marginal Cost (MC) (Penerapan Kalkulus Diferensial Dalam Menentukan Biaya Marginal dan Keuntungan Maksimum) (Sari, 2016). Keuntungan maksimum akan tercapai pada saat MR=MC. Dalam menentukan keuntungan maksimum, pertama-tama kita harus menentukan persamaan linear biaya total. 𝑇𝐶 = 𝑇𝐹𝐶 + 𝑇𝑉𝐶 dengan FC (fixed cost) adalah biaya tetap besarnya konstanta, VC (variabel cost) adalah biaya variabel sebagai fungsi 𝑄, ditulis sebagai 𝑉𝐶 = 𝐹(𝑄), sehingga persamaan linearnya yaitu : 𝑇𝐶 = 𝑎𝑄 + 𝑏
Dimana 𝑎 = 𝑇𝐹𝐶 dan 𝑏𝑄 = 𝑇𝑉𝐶. Kemudian menentukan persamaan harga jual untuk produk yang didapat dari analisis kurva permintaan. Kurva permintaan adalah kurva yang menggambarkan jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada waktu tertentu. Keuntungan maksimum tercapai apabila 𝑀𝑅 = 𝑀𝐶 . 𝑀𝑅 merupakan turunan dari persamaan pendapatan total (𝑇𝑅) terhadap jumlah produk yang terjuan, sehingga 𝑀𝑅 dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut (Deka Sari, 2017) : 𝑀𝑅 =𝑑𝑇𝑅/𝑑𝑄
𝑀𝐶 merupakan turunan dari persamaan biaya total (𝑇𝐶) tehadap jumlah produk yang terjual, sehingga 𝑀𝐶 dapat ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut : 𝑀𝐶 =𝑑𝑇𝐶/𝑑c
Hasil penelitian dalam jurnal yang berjudul “Keuntungan Maksimum Usaha Nelayan Di Kecamatan Balikpapan Timur” yang ditulis oleh Rachmat Budi Suharto dari 83 responden, bahwa dapat diuraikan nelayan di Kecamatan Balikpapan Timur Mendapatkan modal awalnya bersumber dari para tengkulak atau bos. Modal awal yang dipinjam berkisar 𝑅𝑝. 15.000.000 − 𝑅𝑝. 20.000.000. berdasarkan dari 83 responden tersebut, diketahui bahwa jumlah tangkapan dalam bulan februari 2012 sebesar 10.013 dengan rata-rata 121 per kilo. Harga jual tangkapan yang berlaku di lokasi adalah 𝑅𝑝. 20.000 per kilo. Maka hasil penjualan tangkapan keseluruhan adalah 10.013 × 20.000 =𝑅𝑝. 200.260.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 2.412.675 (Suharto, 2012). Biaya produksi dalam penelitian tersebut adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh nelayan dalam usahanya untuk memperoleh tangkapan di laut lepas. Biaya yang dimaksud dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap (Suharto, 2012).
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya tetap berupa biaya yang besar kecilnya tidak tergantung oleh besar kecilnya produksi yang dikeluarkan oleh nelayan. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh 83 responden dalam penelitian tersebut , seperti biaya penyusutan peralatan. Peralatan yang dibeli oleh nelayan akan selalu mengalami penyusutan pada waktu-waktu tertentu, yang didasarkan pada tingkat harga peralatan dan dibagi dengan umur ekonomis barang. Berbagai macam peralatan yang digunakan oleh nelayan, seperti kapal, mesin kapal dan alat penangkapan (perengge, penjala dan pendogol). Setiap peralatan yang digunakan nelayan mempunyai harga yang berbeda-beda tergantung dari jenis alat dan tempat pembelian alat tersebut dan untuk masa pakainya peralatan juga berbeda-beda, seperti kapal akan bertahan selama 10 tahun, mesin kapal akan bertahan selama 12 tahun dan alat penangkapan akan bertahan selama 1 tahun.
2. Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)
Biaya tidak tetap berupa biaya yang tergantung dengan besar kecilnya volume tangkapan nelayan. Berikut adalah biaya-biaya yang dimaksudkan :
Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja yang diperhitungkan adalah biaya perawatan dan pemeliharaan kapal. Satu kapal biasanya terdapat 1 atau 2 orang tenaga kerja yang biasanya merupakan keluarga dari nelayan tersebut. Biaya tenaga kerja ini dinilai dari standar upah yang berlaku di lokasi penelitian sebesar 𝑅𝑝. 25.000/ℎ𝑎𝑟𝑖. Biaya keseluruhan untuk tenaga kerja dari 83 responden dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 101 orang di bulan februari 2012 adalah sebesar 𝑅𝑝. 73.225.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 882.229.
Biaya Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM)
Berdasarkan dari 83 responden dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa mereka menggunakan bahan bakar solar untuk pengisian bahan bakar kapalnya. Harga bahan bakar solar relatif sama sebesar 𝑅𝑝. 5.000/𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟, maka jumlah keseluruhan bahan bakar solar yang digunakan 83 responden selama sebulan sebesar 3.040/𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 dengan rata-rata 37/𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 dan biaya keseluruhan yang dikeluarkan adalah 𝑅𝑝. 15.200.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 183.133
Biaya Pembelian Es Batu
Es batu yang digunakan oleh nelayan adalah es batu balok. Berdasarkan dari 83 responden, maka diperoleh data harga es batu per baloknya sebesar 𝑅𝑝. 10.000/𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘. Jumlah es batu yang dipergunakan oleh 83 responden selama sebulan adalah sebanyak 545 per balok dengan biaya yang dikeluarkan sebesar 𝑅𝑝. 5.450.000 rata-ratanya sebesar 𝑅𝑝. 65.663.
Biaya Pembelian Garam
Berdasarkan hasil penelitian dalam jurnal tersebut terhadap 83 responden, maka diperoleh harga garam per pack sebesar 𝑅𝑝. 15.000, jumlah garam yang diperlukan oleh 83 responden selama satu bulan sebanyak 365/pack dan biaya yang dikeluarkan oleh 83 responden adalah sebesar 𝑅𝑝. 5.475.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 65.964.
Dari uraian diatas didapat bahwa :
1. Total Biaya tetap atau total fixed cost (TFC) = 𝑅𝑝. 87.285.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 1.051.627
2. Total biaya tidak tetap atau total variable cost (TVC) = 𝑅𝑝. 99.350.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 1.196.988
3. Biaya total atau total cost (TC) = 𝑇𝐹𝐶 + 𝑇𝑉𝐶 = 𝑅𝑝. 87.285.000 + 𝑅𝑝. 99.350.000 =
𝑅𝑝. 186.635.00 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 2.248.614
4. Profit (P) = 𝑇𝑅 − 𝑇𝐶 = 𝑅𝑝. 11.144.000 dengan rata-rata 𝑅𝑝. 134.265
Berdasarkan hasil perhitungan hasil tangkapan, maka dapat dilihat bahwa usaha nelayan di Kecamatan Balikpapan Timur telah mencapai keuntungan. Hal tersebut dapat dilihat dari penerimaan bersih (TR) lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan oleh nelayan (TC) sehingga dapat dikatakan memberi keuntungan.
Keuntungan maksimum keseluruhan tangkapan nelayan sebesar 𝑅𝑝. 1.287.851 dan terjadi pada tingkat tangkapan (Q) maksimum sebesar 159,92. Hal tersebut berarti menyatakan bahwa usaha nelayan secara keseluruhan telah memberikan keuntungan namun apabila dilihat dari syarat keuntungan maksimum yaitu 𝑀𝑅 = 𝑀𝐶, bahwa usaha nelayan di Kecamatan Balikpapan Timur belum mencapai keuntungan maksimum, karena hasil tangkapan nelayan melebihi dari batas tingkat tangkapan maksimum yang diminta.
Nelayan memperoleh hasil tangkapan dalam penelitian ini terbagi atas tiga jenis tangkapan yaitu, ikan, udang dan kepiting. Menurut dari hasil perhitungan keuntungan maksimum yang berdasarkan jenis tangkapan nelayan bahwa untuk jenis tangkapan ikan dengan harga sebesar Rp. 10.000 per kilo memperoleh keuntungan maksimum sebesar Rp. 979.344,291 dan terjadi pada tingkat tangkapan (maksimum) ikan sebesar 109,812, keuntungan maksimum yang diperoleh untuk jenis tangkapan udang dengan harga sebesar Rp. 35.000 per kilo adalah Rp. 4.534.104 dan tingkat tangkapan udang (Q) maksimum sebesar 169,132, kemudian untuk jenis tangkapan kepiting memperoleh keuntungan maksimum sebesar Rp.1.566.832 dengan harga sebesar Rp. 15.000 per kilo dan terjadi ditingkat tangkapan kepiting (Q) maksimum sebesar 124,70.Perolehan keuntungan maksimum dan tingkat tangkapan (Q) maksimum berdasarkan jenis tangkapan yang diperoleh nelayan dalam satu bulan maka dinyatakan bahwa hasil ketiga jenis tangkapan tersebut (ikan, udang dan kepiting) telah memberikan keuntungan bagi nelayan, namun belum dapat mencapai keuntungan maksimum karena hasil tangkapan yang diperoleh melampaui batas tingkat tangkapan maksimum. Kelebihan tingkat hasil tangkapan (ikan, udang dan kepiting) yang diperoleh nelayan maka akan berdampak pada penurunan harga, seperti yang diketahui pada hukum permintaan, yaitu “apabila jumlah permintaan barang atau jasa naik atau bertambah, maka harga barang atau jasa tersebut mengalami penurunan dan sebaliknya apabila jumlah barang atau jasa mengalami penurunan, maka harga barang atau jasa tersebut mengalami penurunan dan sebaliknya apabila jumlah
barang atau jasa tersebut mengalami penurunan maka harga barang atau jasa akan naik atau bertambah”.
Keuntungan yang diperoleh nelayan sangat ditentukan oleh besar kecilnya nilai jual hasil tangkapan dan biaya-biaya yang dikeluarkan. Keuntungan maksimum akan dicapai oleh nelayan apabila semua faktor-faktor produksi (alam, modal, tenaga kerja dan skill) dapat digunakan secara optimal, baik dari segi biaya atau tekniknya, artinya nelayan harus optimal dalam menggunakan faktor-faktor produksi tersebut agar tercapainya produktivitas yang tinggi sekaligus melakukan efisiensi biaya.
Cara Menghitung Biaya Rata-Rata (Average Cost)
Sebuah bisnis tidak lepas dari permasalahan biaya dan produksi. Salah satu biaya yang harus dihitung secara benar adalah biaya rata-rata (average cost). Cara menghitung biaya rata-rata memiliki rumus tertentu.
Apa itu Biaya Rata-Rata (Average Cost)?
Biaya rata-rata atau dikenal pula dengan istilah average cost adalah jenis biaya yang satu ini dijadikan metode untuk melakukan pengukuran yang akurat terkait bisnis yang dilakukan.D engan adanya perhitungan ini, bisa diketahui biaya yang dibutuhkan untuk suatu unit.
Dalam suatu bisnis tertentu, terdapat beberapa jenis biaya tetap yang berupa ruang bangunan, alat yang digunakan untuk proses produksi dan semacamnya.
Jadi, untuk menghitungnya, harus ditentikan terlebih dahulu biaya tetap yang terkait dengan bisnis Anda.
Cara menghitung biaya rata-rata (average cost) bisa dilakukan dengan membagi biaya produksi secara keseluruhan dengan jumlah unit produksi.
Bagaimana cara menghitung biaya rata-rata (average cost)? Berikut tahapannya!
Pastikan untuk menghitung secara teliti, sehingga hasilnya pun akurat dan terjamin.
1. Menentukan Biaya Produksi yang Bersifat Tetap.
Pertama-tama, tentukan biaya produksi yang sifatnya tetap. Ini salah satu syarat yang harus terpenuhi dalam menghitung average cost.
Biaya produksi yang bersifat tetap bisa Anda temukan dalam laporan keuangan terkait bisnis yang dilakukan.
Umumnya, dalam laporan tahunan akan tersaji secara lengkap.
Biaya tetap ini cakupannya beragam, mulai dari biaya penjualan, pinjaman, sewa, set up, dan yang lainnya.
2. Mencari Biaya Variabel.
Kedua, carilah biaya variabel setepat mungkin. Biaya ini pun bisa Anda temukan di akun keuangan bisnis terkait.
Baik laba ataupun rugi akan disajikan sedetail mungkin. Adapun yang termasuk biaya variabel ini mencakup bahan baku, pengemasan dan semacamnya.
Hitung secara terperinci biaya variabel yang digunakan dalam proses produksi. Jika sudah ditentukan, maka perhitungan average cost pun bisa dilakukan secara mudah. Jenis biaya variabel ini bergantung pada proses produksi yang dilakukan.
3. Menambahkan Keseluruhan dari Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
Untuk bisa menentukan biaya rata-rata, harus diakumulasikan antara biaya tetap dan variabel.
Setelah Anda menemukan biaya tetap produksi dan biaya variabel, keduanya bisa ditambahkan. Hitung secara benar dan tepat. Perhitungan biaya total ini sangat penting dalam menentukan average cost. Maka dari itu, perhitungannya pun harus tepat dan akurat.
Selanjutnya, hasilnya pun terjamin kebenarannya.
4. Menentukan Jumlah Unit
Jika biaya keseluruhan sudah diketahui, selanjutnya tentukan jumlah unit dalam produksi.
Untuk melakukannya, Anda bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap faktur dan juga pihak akuntan terkait.
Setiap unit yang telah diproduksi harus terhitung tanpa ada yang terlewati. Penentuan ini harus dilakukan seakurat mungkin guna menghasilkan biaya rata-rata yang akurat pula. Jadi, lakukan dengan teliti dan tepat.
5. Menghitung Biaya Rata-Rata
Jika semua aspek sudah tersedia, Anda pun bisa mulai menghitung average cost.
Biaya tetap yang telah dijumlahkan dengan biaya variabel bisa dibagikan dengan kuantitas unit dalam suatu produksi.
Seperti yang disinggung sebelumnya, rumus average cost ini tidak bisa diubah.
Pasalnya, rumus tersebut merupakan rumus baku yang digunakan untuk menghitung biaya rata-rata. Adapun yang Anda produksi, perhitungannya tetap sama menggunakan rumus tersebut.
Contoh Cara Menghitung Biaya Rata-Rata (Average Cost)
Untuk lebih mudah dipahami, Anda bisa menyimak contoh perhitungan average cost.
Mari ambil contoh Anda sebagai pemilik bisnis tas kulit khusus wanita.
Secara keseluruhan biaya tetap dan variabel dalam produksi tas mencapai Rp 10.000.000.
Adapun tas yang berhasil diproduksi mencapai 500 buah.
Untuk menentukan biaya rata-rata, Anda bisa menerapkan rumus average cost yang telah disebutkan sebelumnya.
Perhitungannya yakni membagi akumulasi biaya tetap dan variabel dengan kuantitas tas.
Average Cost = Total Biaya Tetap dan Variabel : Kuantitas Tas
= 10.000.000 : 500 = 200.000
Jadi, biaya rata-rata untuk produksi satu tas mencapai Rp 200.000.
Mengacu pada contoh ini, Anda bisa menetapkan harga jual yang lebih menguntungkan.
Jika Anda menjualnya di bawah average cost alhasil akan meraih kerugian.
Dengan demikian, Anda pun bisa mengukur berapa harga jual yang tepat untuk suatu produk untuk mendatangkan keuntungan.
Keuntungan Menerapkan Average Cost dalam Bisnis
Dengan mengetahui average cost, maka Anda pun bisa merasakan keuntungannya.
Apalagi jenis perusahaan yang mengacu pada penanganan barang dengan kuantitas banyak.
Penerapan metode average cost dalam bisnis bisa mengefisienkan waktu tanpa harus menghitung satu per satu.Pihak perusahaan cukup menghitung biaya rata-rata dan menjadikannya sebagai tolak ukur.
Average cost akan membantu rencana berjangka panjang.
Selain itu, melancarkan pembuatan anggaran suatu perusahaan.Namun, yang perlu diperhatikan adalah average cost tidak bisa diterapkan pada unit yang berbeda-beda.
Seperti yang dijelaskan pada studi kasus, Anda bisa menetapkan harga jual yang masuk akal.
Biaya yang ditentukan menjadi acuan minimal untuk dijadikan sebagai harga jual. Penerapan average cost tentu sangatlah penting. Hal ini dibutuhkan dalam penetapan harga.
Jika harga yang ditetapkan tanpa perhitungan yang tepat, maka bisa menimbulkan kerugian.
Tidak hanya itu, Anda akan lebih memahami bahwa average cost sangat penting untuk digunakan dalam jangka yang lama.
Dengan perhitungan biaya rata-rata, maka akan tersaji biaya normal dari setiap unitnya.
Referensi :
{https://m.kumparan.com/pengertian-dan-istilah/apa-arti-limit-ini-definisinya-dalam-berbagai-bidang-20jXCJAnUJI/3}
{https://udayananetworking.unud.ac.id/lecturer/book/2735-i-gusti-wayan-murjana-yasa/introduction-to-micro-economic-theory-769#:~:text=Pengertian%20ilmu%20ekonomi%20yang%20paling,kebutuhan%20atau%20untuk%20mencapai%20kemakmuran}
{https://pak-iwanurcahyo.blogspot.com/2020/08/konsep-limit-dalam-kehidupan-nyata.html?m=1}
{https://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/download/485/714}
{https://www.jurnal.id/id/blog/cara-menghitung-biaya-rata-rata/}
-----------------------------------------------------------------------
{https://digitechuniversity.ac.id/}
{https://instagram.com/ti.digitech?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==}
{https://instagram.com/himti.digitechuniversity?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==}
-----------------------------------------------------------------------
{https://instagram.com/adit.ia_07?igshid=NzZlODBkYWE4Ng==}
{https://instagram.com/zekk469?igshid=MmVlMjlkMTBhMg%3D%3D&utm_source=qr}
{https://instagram.com/piterlorensius_?igshid=MTk0NTkyODZkYg==}
{https://instagram.com/ijuliiee_?igshid=MTNiYzNiMzkwZA==}
{https://instagram.com/glngrzkyfrmnsyh?igshid=NzZlODBkYWE4Ng==}
Komentar
Posting Komentar